Tiga Bulan Raskin Tak Didistribusikan

Kabag Perekonomian Setkab Meradang

KOTA – Kinerja petugas Perum Bulog mendapatkan sorotan negatif dari Bagian Perekonomian Setkab Bangkalan. Pasalnya, sejak Januari tahun ini, jatah beras untuk masyarakat  miskin (raskin) belum idistribusikan  kepada warga.

Tiga-Bulan-Raskin-Tak-Didistribusikan

Kondisi tersebut membuat Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan Sarman Adi Joko Sutrisno meradang. Pihaknya  mendesak Perum Bulog Bangkalan agar kooperatif dan segera mendistribusikan raskin kepada masyarakat.  ”Sosialisasi kan sudah dilaksanakan  oleh pemkab. Sekarang Bulog harus jemput bola.  Jangan seperti ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (1/3).

Mantan kepala kantor Pengelolaan  Pasar Bangkalan  itu mengatakan, harus diakui  bahwa sampai saat ini belum  ada pengiriman raskin kepada  masyarakat di 18 kecamatan.  Joko menegaskan, Bulog seharusnya berkoordinasi dan menjelaskan kenapa penyaluran raskin terlambat hingga Maret.

”Bulog harus berkoordinasi dengan kecamatan terkait tersendatnya  penyaluran raskin. Sekarang sudah menjadi tanggung jawab Bulog,” tegasnya. Apalagi, lanjut Joko, surat perintah  alokasi (SPA) sudah diterbitkan pemkab kepada Bulog.

Pihak Perum Bulog Bangkalan harus segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk meminta kebutuhan raskin di setiap kecamatan. ”Ya intinya bagaimana Bulog  bisa melayani masyarakat,”  ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Korlap  Perum Bulog Bangkalan Hayu Budiawan mengakui bahwa raskin untuk 2016 sama sekali belum didistribusikan.

Pihaknya berdalih masih baru di Kota Salakan perlu belajar dari seniornya yang sudah lama di Perum Bulog. ”Saya orang baru di sini. Nanti saya koordinasikan dengan teman-teman yang sudah senior di Bulog,” dalihnya.

Hayu Budiawan juga tidak bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan  tambahan yang diajukanwartawan. Pihaknya berdalih sedang tidak bisa diganggu karenaada keperluan. ”Saya usahakan  secepatnya. Maaf, ada yang meninggal di tempat kos saya,” pungkasnya. (radar)