Tembak Spesialis Pencuri Mobil Rental

KOTA – Lantaran melawan aparat saat hendak ditangkap, dua spesialis pencuri mobil rental ditembak tim buser Satreskrim Polres Bangkalan. Keduanya adalah Siswanto, 46, warga Wonorejo, Surabaya dan Saiful Bahri, 46, warga Simo Kwagean, Surabaya.

Mobil rental Toyota Innova itu bernopol L 1536 NE. Mereka diciduk di bengkel sang penadah, Hasan, 42, warga Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Minggu malam (17/4). Penangkapan ketiga tersangka tersebut berawal dari penemuan mayat Priyono, 52, di pinggir jalan Kampung Duko, Desa Benangkah, Kecamatan Burneh, Minggu pagi (17/4).

Setelah, dilakukan penyelidikan, ternyata warga Magetan, Jawa Timur, ini dibunuh oleh Saiful Bahri dan Siswanto. Kapolres Bangkalan AKBP Windiyanto Pratomo menjelaskan, terungkapnya pembunuh Priyono itu berkat informasi awal dari sang pemilik mobil rental, Feri, warga Surabaya.

Kebetulan, Feri juga mengumumkan kehilangan mobil lewat radio Surabaya. ”Setelah nopol dan jenis mobil
diketahui, anggota melakukan lidik kurang lebih 5 jam. Tim berhasil mengungkap dan menangkap pelakunya,” jelasnya kepada sejumlah awak media.

Tak hanya itu, pihaknya juga menegaskan bahwa pemilik mobil juga menginformasikan bahwa GPS pada mobil rentalnya hilang di wilayah Ketengan, Bangkalan. Setelah itu, tim buser Satreskrim Polres Bangkalan diminta untuk segera melakukan pelacakan.

Hasilnya, mobil Toyota Innova warna hitam nopol L 1536 NE yang dikemudikan Priyono ditemukan di bengkel mobil milik Hasan di wilayah Ketengan. Saat itu juga, pihaknya menangkap dua tersangka, yakni Siswanto dan Saiful Bahri.

”GPS mobil itu berhasil dibuka di bengkel Hasan,” terangnya. Kepada penyidik, Siswanto mengaku, hanya diminta merental mobil oleh Saiful Bahri, yang tak lain merupakan teman semasa SD. Lalu, tersangka mengajak sopir rental menuju Bangkalan, tepatnya Desa Binoh, Kecamatan Burneh.

Di desa itulah, kedua tersangka menghabisi nyawa Priyono. Mereka kemudian membuangnya di pinggir jalan. Korban dibunuh dengan cara dijerat lehernya menggunakan kabel baja. ”Saya lakukan ini karena butuh uang untuk menghidupi keluarga,” kata Siswanto kepada polisi.

Kedua tersangka diancam dengan Pasal 365 ayat 4 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman seumur hidup. Sementara, Hasan selaku penadah sekaligus pemilik bengkel diancam dengan Pasal 480 ayat 1 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. ”Tiga tersangka dan satu unit mobil sebagai barang bukti ini kami amankan,” tegas Windiyanto. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita terkini dari kwagean