Tak Teraliri Listrik, Ratusan Dusun di 88 Desa Gelap

Anggaran Kelistrikan Susut Rp 2,5 Miliar

BURNEH – Layanan kelistrikan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Bangkalan. Hingga saat ini, baru 193 desa yang mendapat aliran listrik. Sementara 217 dusun di 88 desa masih gelap. Tahun ini, PT PLN (Persero) punya program kelistrikan untuk  195 desa.

Sementara pemkab memiliki program untuk menerangi 34 desa. Diharapkan  semua warga Bangkalan bisa menikmati penerangan listrik. Kabid Listrik dan Migas Dinas  Pertambangan dan Energi  (DPE) Bangkalan Agus Santoso mengatakan, program kelistrikan 2015 sebesar Rp 5 miliar.

Uang miliaran rupiah itu direalisasikan untuk Kecamatan Modung, Galis, Konang, Klampis,  dan Socah. Anggaran tersebut  tahun ini menyusut 50 persen atau hanya Rp 2,5 miliar.  Anggaran itu akan digunakan untuk menerangi Kecamatan Geger, Tanah Merah, dan Galis.

Program tersebut berdasar usulan  musyawarah perencanaan  pembangunan (musrenbang) dari tingkat desa hingga kabupaten.  ”Program berdasarkan  pengajuan dan (persetujuan) kembali kepada Pak Bupati,”
jelasnya kemarin (27/4).

Santoso mengungkapkan, program  tersebut akan dilaksanakan pada triwulan kedua. Saat ini  masih dalam proses administrasi  dan pengecekan di lapangan. Kalau  semua sudah rampung, akan  dilanjutkan dengan pemasangan  jaringan.

”Mohon doanya agar semua sesuai harapan,” harapnya.  Anggota Komisi C DPRD  Bangkalan Nurhasan menyatakan,layanan kelistrikan di Kota Salak masih jauh dari harapan  rakyat. Padahal, kebutuhan listrik berkaitan dengan perekonomian masyarakat.

Terutama  untuk membantu memenuhi  kebutuhan air bersih. Karena itu, politikus PPP itu  meminta DPE lebih proaktif  agar kebutuhan listrik bisa  terpenuhi. ”Masyarakat tidak mungkin tahu. Harus diberi solusi,” tandasnya. (radar)