Tahanan Selundupkan SS Usai Sidang

Kelabui Petugas dengan Dibungkus Antimo

KOTA – Aksi penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu (SS) ke dalam Rutan Kelas II-B Bangkalan berhasil digagalkan. Yakni, setelah Chairul Amirullah, 34, salah seorang tahanan, kedapatan membawa SS yang ditaruh dalam bungkus pil Antimo.

Ironisnya, warga Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, itu memperoleh SS setelah menjalani proses sidang di pengadilan negeri  (PN) kemarin (20/4). Kepala Rutan Kelas II-B Bangkalan Hari Winarca mengatakan, ada 11 tahanan dari berbagai kasus yang dijadwalkan untuk menghadiri sidang di PN Bangkalan kemarin.

Tepat pukul 14.00, 11 tahanan dikeluarkan untuk mengikuti persidangan. Kemudian, pukul 16.00, 11 tahanan kembali ke rutan. Sebelum masuk ke ruang sel, satu per satu petugas rutan menggeledah 11 tahanan itu. Hasilnya, seorang tahanan ditemukan membawa SS.

”Sabunya itu ditaruh di bungkus pil Antimo, lalu disimpan di dalam kopiah hitamnya,” ungkap hari Winarca. Setelah itu, pihak rutan melaporkan penemuan SS tersebut ke Polres Bangkalan. Menurut dia, modus yang dilakukan salah seorang tahanan atas kasus penipuan tersebut tergolong baru.

”Tersangka kami pasrahkan kepada polisi untuk diinterogasi,” jelasnya. Menurut dia, penggeledahan terhadap tahanan yang keluar dan masuk rutan rutin dilakukan. Tetapi, baru kali ini pihaknya mendapat tahanan yang menyimpan dan membawa sabu-sabu. ”Ada dua poket sabu yang dibawa tersangka,” terangnya.

Saat ini, kata Hari, pemeriksaan terhadap tahanan yang akan masuk ke rutan semakin diperketat. Tujuannya, agar bisa mendetaksi dan mencegah masuknya narkoba ke rutan. Kasatnarkoba Polres Bangkalan Iptu Ruslan mengungkapkan, tersangka langsung dibawa ke polres untuk dimintai keterangan dan pengembangan.

Tujuannya, asal sabu yang dibawa tahanan ke dalam rutan akan diketahui. Pihaknya tidak bisa memastikan berat SS tersebut. Tetapi, SS diperkirakan tidak sampai 1 gram. ”Tersangka mengaku harganya Rp 100 ribu. Tersangka masih plinplan saat kami interogasi. Jawabannya berubah-ubah,” ujarnya.

Sementara itu, Chairul Amirullah mengaku memperoleh SS dari temannya. Bahkan, dirinya mengungkapkan bahwa sabu-sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk diedarkan. ”Dapat dari teman dan untuk dipakai sendiri,” kata Chairul kepada wartawan. (radar)