Seribu Ton Pupuk Bersubsidi Tertahan

SOCAH – Kebutuhan pupuk di Bangkalan mencapai  28 ribu ton. Namun, hingga kemarin (17/12) jatah pupuk  bersubsidi di Kota Salak  hanya 20.720 ton atau kurang  7.280 ton. Ironisnya, masih  ada distributor pupuk yang  menahan pendistribusian   pupuk hingga 1.082 ton.

Tim-gabungan-sidak-salah-satu-distributor-pupuk-di-Desa-Keleyan,-Kecamatan-Socah,-kemarin.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak)  Bangkalan Abdul Razak bersama  tim gabungan melakukan sidak ke distributor Desa Keleyan, Kecamatan Socah,  kemarin. Kemudian, menuju  kios di Kecamatan Tragah, Kwanyar, dan Modung.

Tim gabungan tersebut melibatkan   Kodim 0829/ Bangkalan dan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian  (BKP3). ”Kami mengajukan 28 ribu ton,” katanya.  Razak menambahkan, pemerintah sudah memberikan  pupuk bersubsidi dan bantuan   benih, juga yang lainnya kepada  petani.

”Kami mengimbau  kepada petani agar lebih  semangat dan hasil tanamnya  lebih berkualitas,” pintanya. Pasintel Kodim 0829/Bangkalan Muhammad Tohari mengatakan, pihaknya mendapatkan perintah dari atasan untuk mendampingi  dispertanak memantau  pendistribusian pupuk.

”Kami menjalankan tugas dari atasan. Para petani diharapkan  bisa terus semangat lagi dan bisa meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” tegasnya. Terpisah, Perwakilan Pupuk Kaltim Sohib, membenarkan  adanya pupuk sebanyak  1.082  ton yang belum direalisasikan.

Sebab, belum ada permintaan dari kios di Bangkalan. ”Kami  hanya melayani sesuai permintaan  kelompok tani. Pupuk   yang ada di sini sesuai SK Pak Bupati,” ucapnya. (radar)