Sekkab Bangkalan Nyatakan Gaji PNS Aman

Tak Kena Dampak Pemangkasan DAK dan DAU

KOTA – Pemangkasan jatah Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 senilai Rp 24.370.192.600 dan Dana Alokasi Umum (DAU) 2016 sebesar Rp 73.316.367.340 juga menjadi perhatian Ba dan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan. Dewan mengaku sudah mendatangi Kementerian  Keuangan (Kemenkeu) RI untuk mengklarifikasi pemangkasan DAK dan DAU 2016 tersebut.

Jatah DAK 2016 untuk  Bangkalan awalnya sebesar  Rp 478.548.208.740. Namun dipangkas oleh pemerintah pusat sehingga menjadi Rp  454.178.016.140. Pemangkasan tersebut akan dibahas Banggar dan TAPD Bangkalan dalam KUA-PPAS Perubahan dan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2016.

Anggota Banggar DPRD Bangkalan Suyitno kemarin (31/8) mengaku, pihaknya sudah mengklarifikasi pemotongan DAK  ke Kemenkeu beberapa waktu  lalu. ”Untuk DAK memang ada pemotongan sekitar 10 persen. Banggar belum membahas itu dengan TAPD. Nanti mau dibahas dalam PAK,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai pemangkasan DAK dan DAU jelas berdampak pada realisasi program pembangunan di Bangkalan. Karena itu, Suyitno mendesak TAPD menyesuaikan program yang akan dilaksanakan dengan kemampuan anggaran. ”Harus ada penyesuaian  dengan kebijakan pemangkasan  tersebut,” ujarnya.

Kepala Dispenda Bangkalan Setia Budhi membenarkan ada pengurangan DAK. Dia mengaku hanya bisa melaksanakan keputusan pemerintah pusat. ”Pengurangan itu berdasarkan peraturan Menteri Keuangan,” ucapnya. Kebijakan pemangkasan DAK dan DAU sudah dimusyawarahkan oleh TAPD Bangkalan. Budhi juga membenarkan ada penundaan penyaluran DAU sebesar Rp 73 miliar.

”Nanti itu akan disampaikan dalam PAK,” imbuhnya.  Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono menegaskan, penundaan penyaluran DAU Rp 73 miliar tidak berdampak pada gaji PNS. Sebab, pembayaran gaji PNS bersifat mandatory atau kewajiban yang harus di dahulukan.

”Pemotongan tidak berdampak pada gaji pegawai. Program pembangunan yang kemungkinan kena dampaknya,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kepala dispenda madura
  • sekdapkap bangkalan edi moljiono