Sebulan Jaring Ribuan Pelanggar Lalin

KOTA – Hunting system atau patroli keliling yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan terbukti efektif. Dalam jangka sebulan saja, ada ribuan pelanggar yang terjaring. Kasatlantas Polres Bangkalan AKP  Ridho Putranto menilai, model berburu  lebih maksimal dibanding sistem stasioner dalam menekan angka pelanggaran  lalu lintas.

Puluhan-sepeda-motor-diamankan-di-halaman-Mapolres-Bangkalan-kemarin.

”Sejak kami terapkan (hunting system, Red) pada Januari 2016 sudah ada 1.436  pelanggar lalin,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (4/2). ”Roda dua sebanyak 1.324 pelanggar, roda empat 112 pelanggar,” imbuhnya.

Ridho menjelaskan, titik paling banyak pelanggaran adalah Jalan Raya  Soekarno-Hatta. Menurut dia, jenis pelanggarannya beragam. ”Mayoritas tak pakai helm dan sepedanya dimodifikasi,” terangnya. Dijelaskan, setiap melakukan hunting system jumlah personelnya ada tujuh. Selanjutnya, personel berkeliling di wilayah kota Bangkalan.

”Pelanggar langsung ditilang di tempat, dendanya bayar ke pengadilan,” ujarnya. Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa kawasan tertib lalu lintas (KTL)  yaitu dari Jalan Soekarno-Hatta sampai  lampu merah Cokro. Menurutnya, tertib lalu lintas itu berlaku 24 jam.

Bahkan pihaknya menegaskan, meski traffic light berubah ke lampu kuning pertanda hati-hati, bukan berarti sudah bebas lalu lintas, melainkan pengendara tetap wajib patuhi peraturan lalin. ”Kami fokus tindak di wilayah kota dulu, sebagai contoh,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk patuh terhadap peraturan lalu lintas. Dengan demikian, angka kecelakaan semakin berkurang. Terpisah, Moh. Subaidi, 29, warga Jalan RE Martadinata, Kelurahan  Mlajah mengatakan, hunting system sangat efisien untuk menyadarkan para pelanggar lalin.

Asalkan dilaksanakan  tanpa tebang pilih.  ”Bagus itu, masyarakat jadi mikir untuk melanggar aturan lalin,” jelasnya. Selain itu, pihaknya meminta kepada polantas supaya menambah waktu operasi. Sebab, masyarakat selama ini berpikir bahwa malam hari tak wajib patuhi lalin.

”Jangan hanya siang hari operasinya, malam hari pun harus ada,” terangnya. Bahkan, Subaidi yang kesehariannya bekerja sebagai sales minuman menuturkan, penegakan lalu lintas di Bangkalan kalah dengan Sampang dan Pamekasan.

”Sampang dan Pamekasan itu polisinya  siaga sampai malam, lihat pelanggar langsung disikat,” paparnya. Maka dari itu, pihaknya sangat berharap Polantas Bangkalan terus-menerus menyosialisasikan tertib berlalu lintas. Khususnya kepada masyarakat di pelosok desa. ”Orang desa banyak yang tak paham tatib lalu lintas yang baik,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • sebulan jaring puluhan pelajar bangkalan