Sebelas Lahan Tambang Tak Berizin

Dewan Imbau Pengusaha Taati Aturan

SOCAH – Penambangan galian C ilegal di Bangkalan tetap marak. Pasalnya, hingga saat ini, 11 lokasi tambang tetap beraktivitas meski belum mengantongi izin. Kondisi itu mendapat sorotan Komisi C DPRD. Dewan meminta pengusaha untuk menaati aturan yang ada.

Salah-satu-lokasi-tambang-galian-C-yang-belum-mengantongi-izin-di-Desa-Parseh,-Kecamatan-Socah,-kemarin.

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Suyitno menngatakan, dinas pertambangan dan energi harus bisa membantu proses izin tambang galian C. Sosialisasi kepada penambang harus ditingkatkan. ”Kami selaku wakil rakyat tetap melihat kepada kepentingan umum,” katanya.

Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, linkungan dan alam di wilayah Bangkalan terancam rusak jika aktivitas tambang tak berizin dibiarkan. Tentunya, semua masyarakat berharap, lingkungan lebih baik dan tetap indah. ”Jangan sampai dampak buruk  dari penambangan tersebut tidak bisa dikontrol,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Bangkalan Qory Yuniastuti mengatakan, izin tambang galian C saat ini  bukan kewenangan lembaganya.   Sebab, sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Jawa Timur.

Disebutkan, tambang galian C  yang sudah mengantongi izin ada delapan lokasi. Yakni, 4 titik di Desa Parseh, Kecamatan Socah; 1 di Desa Morombuh, Kecamatan Kwanyar; 1 di Desa Longkek, Kecamatan Galis; dan 1 di Desa Gigir, Kecamatan Blega.

Sementara yang belum mengantongi izin tersebar di 11 lokasi. Yaitu di Desa Banyior, Desa Mane ron, Desa Tebul, Desa Sendang,  Desa Parseh, Desa Sukolilo  Barat, Desa Tagungguh, Desa Planggiran, Desa Klabetan, Desa  Bumi Anyar, Desa Pendabah.

Qory menegaskan, lembaganya sudah melakukan peninjauan ke lokasi tambang galian C. Kemudian, memberikan rekomendasi ke Pemprov Jawa Timur. ”Karena terbentur dengan undang-undang, dan proses perizinan sekarang sudah ada di provinsi,” jelasnya. (radar)