Satpol PP Dilarang Berjenggot

BANGKALAN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan Ram Halili membuat kebijakan unik. Yakni, melarang anak buahnya memelihara jenggot. Alasannya, jenggot membuat anggota satpol PP tidak berwibawa di hadapan masyarakat.

”Kami tidak ingin personel kami terlihat kurang wibawa ketika berjenggot,” ujarnya kepada wartawan kemarin (25/3). Tak heran, saat masuk kantor kali pertama, Ram Halili langsung memerintahkan anak buahnya yang berjenggot untuk mencukurnya.

”Saya suruh mereka mencukur jenggotnya, itu mengurangi wibawa,” paparnya. Menurut dia, satpol PP merupakan petugas lapangan. Untuk itu, dia ingin semua anah buahnya terlihat rapi dan berwibawa. ”Jika ada yang ngeyel, saya sendiri nanti yang akan mencukur dan merapikan,” ancamnya.

Lebih jauh dijelaskan, pihaknya ingin mencapai moto yang selama ini mulai memudar. Yaitu, senyum dalam penampilan, ramah, dan rukun dalam pergaulan serta tegas dan disiplin dalam penindakan. ”Jika penampilan sudah meyakinkan, simpatik dari masyarakat pasti didapat,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Bangkalan Mondir A. Rofii mengungkapkan, jika itu bertujuan meningkatkan kinerja, hal itu merupakan salah satu kebijakan yang positif. ”Jika untuk peningkatan kinerja, maka itu baik,” terangnya.

Bahkan, pihaknya meminta kepada pimpinan di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk berinovasi dan berkreasi. Sehingga, kinerja staf semakin membaik.  ”Yang penting kebijakan itu diterima dengan baik,” pungkasnya. (radar)