Bangkalan|14 Mei 2013 6:34 am

Realisasi Keaksaraan Fungsional Molor

KOTA-Tingginya angka buta huruf, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan harus memutar otak untukmenekan masyarakat tidak bisa membaca menulis tersebut. Tahun ini, disdik menganggarkan dana sebesar Rp 1,9 miliar dengan jumlah sasaran buta aksara sekitar 545 orang. Dengan dana sebesar itu, disdik akan menekan angka keaksaraan yang relatif tinggi.

Kepada Jawa Pos Radar Madura, Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Ach. Mustaqim menjelaskan, program keaksaraan fungsional (KF) 2013 merupakan penekanan terhadap buta aksara di masyarakat. ”Kita sudah melakukan pengajuan dana program KF ke Pemprov Jawa Timur,” jelasnya. Menurutnya, realisasi program KF disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sehingga, harus menunggu pencairan dana yang relatif molor. ”Jadi hingga sekarang, dana KF anggaran 2013, belum turun kita masih menunggu,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, program KF dilaksanakan melalui kelompok belajar di masing-masing kecamatan yang sudah dibentuknya. ”Setidaknya ada sekitar 60 lembaga atau kelompok belajar,” kata Mustaqim. Sementara itu, Komisi D DPRD Bangkalan, Imron Rosyadi menanggapi tingginya buta aksara di Bangkalan. Dengan adanya program KF diharapkan bisa menekan angka buta huruf. ”Akan tetapi, program KF ini harus tepat saran,” ingatnya. (radar)

Baca Juga :

  • Program Penuntasan Buta Aksara KOTA– Upaya pemkab memberantas buta aksara, patut diacungi jempol. Pasalnya, melalui dinas pendidikan (disdik) sudah bekerja maksimal menyelenggarakan keaksaraan fungsional (KF) untuk menekan angka buta aksara. Bahkan, tahun ini saja pemka ...

  • Disdik Tunggu Dana KF Cair KOTA - Jumlah warga yang tidak bisa membaca dan tulis di Bangkalan relatif tinggi. Data terakhir yang dirilis Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan menyebutkan, jumlah warga buta aksara mencapai 85 ribu urang. Untuk mengatasi tingginya. warga but ...

  • KOTA-Sampai saat ini, jumlah warga yang belum melek aksara di Kota Salak masih tinggi. Buktinya. jumlah penduduk yang belum bisa membaca aksara mencapai 85 ribu orang. Hal ini diungkapkan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Ismail Hasan. Men ...

  • Hingga Triwulan Terakhir Anggaran Nyantol PAMEKASAN-Tingginya angka buta huruf di Pamekasan, rupanya tidak sebanding dengan pendidikan keaksaraan fungsional (KF) yang dilaksanakan. Pasalnya, pengentasan melalui program tersebut tahun ini macet. Dinas pendidikan (disdik) ...

  • Berdalih Molornya Pencairan Anggaran KOTA–Realisasi program Keaksaraan Fungsional (KF) di dinas pendidikan (disdik) melalui APBD Jatim 2012 lamban. Bahkan, sampai saat ini program pemberantasan buta aksara ternyata belum juga dilaksanakan. Padahal, saat ini sudah melewa ...

Komentar

Comments