Pondok Pesantren Minim Perhatian Pemkab

KOTA – Pondok pesantren (ponpes) merupakan lembaga pendidikan yang sudah memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Karena itu,  Kemenag Bangkalan meminta  pemkab untuk lebih memerhatikan nasib pesantren.

Sejumlah-pengurus-ponpes-berbincang-di-areal-aula-MAN-Bangkalan-kemarin.

Kepala Kemenag Bangkalan Muarif Tantowi melalui Kasi Pontren Muwafir mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah berusaha maksimal untuk membantu ponpes. Bahkan, pesantren sekarang sudah banyak yang berbadan hukum.

Pondok pesantren yang berbadan  hukum di Bangkalan  mencapai 211 lembaga. Sebab  itu, tak ada alasan bagi pemkab untuk tidak membantu  karena banyak ponpes sudah berbadan hukum. ”Kami  tetap mendorong pemkab agar  memberikan anggaran khusus  pada pondok  pesantren,” katanya kemarin (9/12).

Muwafir menilai, selain memberikan  pendidikan agama, pondok pesantren juga peran  memajukan masyarakat. Namun,  pondok pesantren sejauh  ini masih dipandang sebelah  mata. ”Padahal lulusan dari pesantren sangat mewarnai  dalam setiap perjalanan sejarah bangsa,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi D  DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad  mengatakan, tahun ini memang belum ada anggaran  khusus untuk ponpes.  Bahkan dalam APBD 2016 juga tidak ada alokasi anggaran khusus. ”Ya, mau tidak mau  itu harus dimasukkan dalam  APBD perubahan nantinya,” katanya. (radar)