Polisi Selidiki Pembunuhan Burrahman

DASUK – Warga Dusun Beringin Tengah, Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, mendadak geger. Burahman, warga setempat, ditemukan  tewas di tengah jalan. Kuat dugaan, pria paro baya itu dibacok orang tak dikenal. Sayangnya, hingga kini,  identitas pembunuh sadis tersebut   belum diketahui.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Rabu (31/8)  sekitar pukul 18.45 Burahman pamit menghadiri pengajian rutin di rumah Sahrumo, warga Dusun Beringin Tengah. Lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Saat itu dia  menggunakan Suzuki Tornado yang lampunya mati.

Seusai pengajian, Burahman pulang. Tiba-tiba, di tengah  perjalanan, korban dihadang orang tak dikenal. Tanpa basa-basi, dia dibacok dengan senjata  tajam (sajam). Akibatnya, korban  meninggal di TKP dengan luka di  sekujur tubuh.

Motif pembunuhan sadis itu belum diketahui. Namun, informasi yang beredar di masyarakat, dia  diisukan memiliki ilmu santet. Saat dikonfrmasi, Saleh selaku kepala Desa Beringin membantah kabar tersebut. Sebab, kata dia, selama ini  warganya baik-baik saja layaknya  warga yang lain.

”Kami dengar Burahman dibacok sekitar pukul 19.50. Tapi, kejadiannya diperkirakan pukul 19.30.  Yang jelas, pembunuhan ini sudah  direncanakan,” katanya saat ditemui  di RSUD dr H Moh. Anwar. Saleh menjelaskan, TKP memang sedikit sepi dan jauh dari  rumah warga. Selain itu, gelap. Dia meminta polisi mengusut kasus itu hingga pelaku terungkap.

”Punya masalah dengan warga yang lain, kami belum tahu. Semoga keluarga korban diberi ketabahan,” ucapnya. Sementara itu, Suharto, kerabat  korban, tidak menyangka Burahman meninggal dengan tragis. Padahal, kata dia, dalam sehari-hari Burahman tidak pernah punya masalah dengan warga lain.

”Ya, gimana lagi. Kami hanya minta polisi bisa menangkap pelaku,” tegasnya.  Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Moh. Nur Amin  menyatakan, pembunuh Burahman terus dicari. Penyidik berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan  keterangan saksi yang melihat   pertama.

”Kalau melihat bekas lukanya dibacok dengan senjata tajam. Kemungkinan, pelakunya  juga lebih dari satu. Minimal dua  orang,” katanya.  Perwira asal Pamekasan itu menerangkan, di tubuh korban terdapat enam luka bacok. Di antaranya,  bagian leher, punggung belakang, pinggang sebelah kiri, dada, perut,  dan tangan. Polisi, jelas dia, belum menemukan bukti sebagai petunjuk  awal.

”Bukti yang kami amankan berupa pakaian korban. Kami akan minta keterangan sejumlah saksi dari warga,” ujarnya.  Mantan Kasat Reskrim Polres  Pamekasan itu belum bisa menerangkan motif pembunuhan itu. Ditanya mengenai isu ilmu santet,  pihaknya tidak mau menanggapi.

”Mari jangan sebar isu yang bukan-bukan. Kasihan keluarganya. Ini kan sama saja menghakimi. Tunggu sajalah perkembangannya,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • h saleh madura pembunuh