Petani Tambak Keluhkan Harga Benih Ikan

KOTA – Sejumlah petani tambak di Bangkalan kesulitan mengembangkan usahanya. Mereka terkendala dengan harga benih dan pakan ikan yang dinilai terlalu tinggi. Pembudidaya ikan berharap pemerintah bisa memberikan solusi.

Seorang-petani-tambak-berada-di-lokasi-budi-daya-ikan-di-Kelurahan-Mlajah,-Kecamatan-Bangkalan,-kemarin

Moh. Akip, 45, salah satu petani  tambak asal Desa Keleyan, Kecamatan Socah, mengaku sudah  delapan tahun menekuni pekerjaannya. Akhir-akhir ini, pendapatannya menurun drastis, bahkan kadang merugi. Salah satu penyebab kerugian, kata Akip, harga benih ikan mahal.

Misalnya, harga benih bandeng yang mencapai Rp 750 ribu  per lima ribu benih. Sementara  untuk pakan ikan, dia membeli dengan harga Rp 300 ribu per kuintalnya. ”Bagi kami harga itu terlalu tinggi. Kami membeli di daerah Gresik,” katanya.

Akip berharap pemerintah, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangkalan, bisa menyediakan benih ikan untuk petani tambak. Sehingga harga benih ikan tidak terlampau mahal  dan bisa dikontrol. ”Saya tidak tahu apakah akan melanjutkan usaha ini atau tidak. DKP Bangkalan belum memberikan solusi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian  anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muhlis Assuryani, kemarin (6/3). Menurut politikus  Fraksi Golongan Sejahtera itu, DKP harus menyediakan penampungan benih ikan bagi petani  tambak dan pembudidaya ikan.

”Dinas terkait harus memberikan pelayanan dan pengetahuan kepada pembudidaya ikan. Jika dibiarkan, mereka sulit meningkatkan pendapatan,” kata Muhlis.  Terpisah, Kepala DKP Bangkalan  Hadari menegaskan, lembaganya sudah mempunyai enam unit  pembenihan rakyat (UPR) binaan.

UPR itu sebagai penyedia benih untuk kebutuhan para petani ikan atau petambak khusus air tawar. Sedangkan untuk benih ikan khusus air payau, lanjut Hadari,  di Bangkalan belum ada UPR  sehingga harus membeli ke luar daerah. ”Misalnya ke Probolinggo,  Pasuruan, dan Tuban,” ucapnya.

Menurut Hadari, yang berkaitan  dengan kebutuhan sarana  produksi ikan (saprokan) seperti  benih, pakan, dan obat, memang menjadi tanggung jawab petani. Sebab lembaganya hanya fokus memberikan pembinaan teknis. ”Khususnya dalam aspek mutu,”  tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • hadari bangkalan informasi