Pemkab Persulit Izin 74 Investor Baru

Kadin Minta Dipermudah

KOTA – Sebanyak 74 investor luar Madura mulai melirik adanya potensi pengembangan industri di Bangkalan.  Namun, para penanam modal  tersebut masih mengeluhkan  sulitnya proses perizinan di Kota Salak.  Kondisi tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bangkalan Saleh Farhat kemarin (22/1).

Pemkab-Persulit-Izin-74-Investor-Baru

Dia mengatakan, sejauh ini banyak sekali investor yang akan masuk ke Kota Salak. ”Yang paling penting bagi investor itu adalah kemudahan perizinannya,” ungkapnya.  Meskipun Suramadu itu nantinya digratiskan, kata dia, tidak akan memancing banyak investor yang masuk ke Bangkalan jika proses perizinan tetap sulit.

”Ada 74  investor yang akan masuk ke  Bangkalan,” terangnya. Selaku pengusaha, Saleh Farhat meminta pemerintah supaya memperbaiki sistem pelayanan perizinan terlebih dahulu. Dengan demikian, pembebasan ratusan hektare  lahan untuk pengembangan  wilayah Suramadu sisi Madura  akan maksimal.

”Saya tak yakin 200 hektare lahan yang dibebaskan akan berjalan jika perizinan tetap dipersulit,” paparnya. Saleh Farhat tidak setuju  usulan pembebasan tarif tol Suramadu dikait-kaitkan  dengan permasalahan investor.  Sebab, satu alasan  terpenting bagi investor tidak masuk ke Bangkalan itu karena izin bukan karena tarif   Suramadu.

”Jangan digratiskan. Diturunkan saja, nanti pemeliharaan  jembatan pakai duit   siapa kalau dibebaskan,” ujarnya. Terpisah, Kasi Sosial dan Ekonomi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T)  Bangkalan Syaiful Imron   Mustofa menegaskan, lembaganya tidak pernah mempersulit  perizinan para investor.

”Asal persyaratan lengkap, tidak kami persulit,” klaimnya. Bahkan, lembaganya mengharap kepada investor untuk  datang ke Bangkalan. Dengan begitu, dapat membuka  lapangan pekerjaan baru yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Silakan penuhi persyaratan dan peraturan pemerintah daerah yang berlaku,” pintanya. Dia menambahkan, sejauh  ini investor yang masuk ke Bangkalan masih sangat sedikit. ”Selama ini tidak ada investor yang dipersulit,”  pungkasnya. (radar)