Pemkab Kecewa Pengadaan Beras Lokal Dihapus

KOTA – Sejak 2015, Bulog menghapus kebijakan pengadaan beras lokal Madura. Kebijakan tersebut berlanjut hingga 2016 ini. Hal itu tak pelak mendapat sorotan dari Kabag Perekonomian Bangkalan Sarman Adi Joko Sutrisno.

Petugas-di-kantor-Perum-Bulog-Sub-Divre-Bangkalan-menurunkan-beras-kemarin

Kemarin (10/3) dia mengatakan, penghapusan kebijakan pengadaan beras lokal berpengaruh terhadap petani di Madura, tak  terkecuali Bangkalan. Petani lokal kesulitan menjual gabah hasil  panen. ”Pengadaan beras lokal tidak ada sejak 2015,” katanya.

Padahal pengadaan beras lokal,  selain membantu petani, juga  dapat memudahkan penyaluran beras. Lagi pula, kalau penyalurannya mudah dan cepat, beras di Bulog tidak mudah rusak. ”Jika pengadaan beras lokal kembali diterapkan, kualitas beras jelas  terjamin,” ujarnya.

Pihaknya mengklaim habis-habisan menyuarakan agar pengadaan beras lokal diterapkan. Tapi, tidak banyak membuahkan hasil. ”Bulog Divre Jatim  meminta tidak menyamakan  Bangkalan dengan kabupaten lain,” ungkapnya.

Jika memang ada pengadaan beras  lokal, Sarman berharap standardisasi harga yang dikeluarkan  pihak Bulog. Tujuannya, agar  petani tidak dirugikan. ”Jangan  sampai standardisasi harga Rp 6.400 disampaikan kepada petani  Rp 4.600,” ucapnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti  kebijakan penghapusan  pengadaan beras lokal. Dia menilai, penghapusan kebijakan tersebut sangat berdampak bagi petani. ”Kami akan memanggil  Bulog,” katanya.

Dia baru mengetahui pengadaan beras lokal untuk Madura  sudah dihapus. Hotib berjanji  akan mengumpulkan semua pihak yang berkaitan dengan  beras yang ada di Bangkalan.  ”Pengadaan beras lokal bagus, kenapa dihapus,” ucapnya.

Koordinator Lapangan (Korlap)  Perum Bulog Sub Divre Bangkalan  Hayu Budiawan menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan berkomentar mengenai  penghapusan kebijakan pengadaan  beras lokal. ”Saya hanya bertugas  melakukan pendistribusian beras,” jelasnya. (radar)