Pemasangan Pembatas Jalan di Suramadu Disoal

LABANG – Pemasangan alat pembatas (road barrier) jalur kendaraan  roda 2 dan roda 4 di pintu keluar Suramadu sisi Madura dikeluhkan pengendara. Pasalnya, pembatas tersebut dianggap mengganggu pengendara  roda dua.

Sejumlah-sepeda-motor-melintas-di-kiri-pembatas-jalan-pintu-keluar-Jembatan-Suramadu-sisi-Madura-kemarin.

Fikri, 28, warga Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, menilai pemasangan pembatas jalan terkesan setengah-setengah. Sebab, terkadang pembatas jalan dibuka tiba-tiba sehingga menghalangi dan membuat jalur sepeda motor menyempit.

”Karena ketika dibuka, pembatas jalan ditaruh di jalur sepeda motor,” katanya kemarin (13/1). Dia menambahkan, road barrier baru dipasang sejak awal 2016 karena sebelumnya hanya menggunakan pembatas  tali.

”Harusnya, jalur roda 4 tidak  dibuka ke jalur roda 2,” pintanya. Menanggapi itu, Kepala Pintu Gerbang Jembatan Suramadu Suharyono membenarkan pihaknya memasang pembatas jalan tersebut. Itu dilakukan untuk mengurangi  terjadinya kecelakaan.

”Selama ini, banyak roda dua yang masuk ke jalur mobil setelah keluar dari jembatan,” paparnya. Suharyono menjelaskan, pembatas memang terkadang dibuka oleh petugas. ”Memang sengaja dibuka supaya mobil bisa mampir ke warung  PKL,” ujarnya.

Pihaknya enggan berkomentar saat disinggung apakah dibuka tidaknya pembatas jalan karena ada permintaan dari PKL? ”Kami harap kepada pengendara menurunkan  kecepatan saat keluar dari Jembatan Suramadu, khususnya sisi Madura,” imbaunya. (radar)