Pemain Bintang SFC Mati Kutu

Madura United FC Bermain Taktis dan Agresif

BANGKALAN – Sebelum laga antara Sriwijaya FC (SFC) kontra Madura United FC berlangsung, banyak pengamat sepak bola  yang mengunggulkan Laskar  Wong Kito–julukan Sriwijaya FC–sebagai pemenang. Prediksi  itu bukan tanpa alasan.

Aksi-penggawa-Madura-United-FC-kala-menggulung-Sriwijaya-FC,-Rabu-lalu.Lihat saja barisan pemain Sriwijaya FC yang diisi oleh banyak pemain bintang  di tanah air. Sebut saja nama Firman Utina, Moh. Ridwan, Ach. Jufriyanto  (ketiganya membawa Persib  juara ISL), hingga striker haus gol  Alberto Goncalves.

Dengan sederet pemain bintang tersebut, Sriwijaya FC layak diunggulkan bakal menjadi pemenang. Akan tetapi,  fakta di lapangan berkata  berbeda. Kolektivitas serta  agresivitas pemain Madura United FC pada laga tersebut  membuat pemain bintang Sriwijaya  FC ”mati kutu”.

Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Gomes De Oliviera dalam dua laga Madura United FC, berhasil membuat para lawannya  tak berkutik. Tiga gelandang  Madura United FC benar-benar menjadi momok menakutkan  bagi Mitra Kukar dan Sriwijaya  FC.

True-pass akurat yang diberikan para gelandang Madura United FC sukses membuat lini  belakang lawan seolah hanya diam terpaku. Dihubungi Jawa Pos Radar Madura,  pelatih Madura United FC  Gomes De Oliviera mengaku sangat bangga dengan permainan anak  asuhnya.

Di mata Gomes, para pemain bermain dengan penuh semangat dan determinasi tinggi. ”Bisa dilihat sendiri Mas, para pemain sangat luar biasa. Mereka tak peduli dengan nama besar Sriwijaya FC. Intinya mereka ingin memberikan yang terbaik untuk  Madura,” ujar Gomes penuh semangat. (radar)