Parkir Gratis Memakan Korban

Motor Pengunjung Pasar Srimangunan Digondol Maling

KOTA – Lemahnya pengamanan dan Amburadulnya pengelolaan parkir di Pasar Srimanguan, Kota Sampang, memakan korban. Motor Vega R bernomor polisi (nopol) L 5008 SS milik pengunjung pasar hilang di tempat parkir kemarin (23/4).

Satuan polisi  pamong praja (satpol PP) yang bertugas menjaga parkir di area tersebut mengaku tidak bertanggung jawab. Sebab, parkir digratiskan. Korban curanmor adalah Nur Yasin, 30, warga Desa Kara, Kecamatan Torjun. Dia tampak letih dan sedih setelah motornya hilang.

Dia tidak menyangka sepeda motornya dibawa kabur maling ketika diparkir di Pasar Srimangunan. ”Saya masuk areal pasar sekitar pukul 07.30. Saat mau membayar karcis, petugas satpol PP bilang tidak ada karcis dan gratis. Saya pun masuk dan memarkir kendaraan di areal parkir,” Ceritanya kepada wartawan.

Nur Yasin kemudian berjalan kaki menuju tempat penjual burung. Sekitar 10 menit melihat- lihat burung, dia hendak mengambil dompet dan barang lainnya di jok sepeda motor. Namun, dia kaget setelah melihat motornya tidak ada di area parkir.

”Padahal, saya hanya sebentar. Di jok motor saya ada STNK dan rekening bank” ujarnya. Nur Yasin pun mendatangi petugas satpol PP yang menjadi pengelola parkir. Tapi, lantaran petugas lepas tanggung jawab, dia melapor ke Polres Sampang. Nur Yasin berharap, satpol PP dan penanggung jawab parkir Pasar Srimangunan bertangung jawab atas musibah yang menimpa dirinya.

”Saya hanya ingin motor saya kembali,” ucapnya. Sementara itu, Kasi Operasional Satpol PP Moh. Sadik menuturkan, dirinya mendapat laporan dari korban. Namun, pihaknya mengaku tidak bisa bertangung jawab atas kejadian tersebut.

”Dia melaporkan ke saya. Saya jawab,  lapor ke Polsek Kota biar diproses,” ujarnya. Sadik juga membenarkan bahwa semua kendaraan yang masuk areal Pasar Srimangunan tidak dikenai biaya retribusi parkir. Alasannya. bukti karcisnya belum dicetak oleh dishubkominfo.

Pihaknya menegaskan, lembaganya mendapat tugas langsung dari bupati untuk mengelola parkir Pasar Srimangunan sementara. Karena tidak ada karcis, kata Sadik, satpol PP hanya berjaga-jaga di sana. Sadik manyatakan, satpol PP tidak akan bertangung jawab atas kejadian tersebut. Sebab, sejak pagi, sudah disampaikan kepada pengendara yang ingin masuk bahwa tidak ada biaya parkir. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat mawas diri.

”Kami sudah bilang, tidak ada karcis dan tidak ada biaya. Maka, keamanan sepeda ditanggung pemilik. Perintah Pak Kasat, jangan ditarik biaya jika tidak ada karcisnya,” imbuhnya. Di tempat terpisah, Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono menyayangkan kejadikan tersebut. Dia juga kecewa terhadap kinerja satpol PP yang tidak bisa menjaga keamanan di Pasar Srimangunan.

Fadhilah Budiono membenarkan bahwa satpol PP tidak memegang tanda karcis parkir karena tidak diberi dishubkominfo. Alasannya, tanda karcis habis. Padahal, yang berkewajiban mencetak adalah dishubkominfo.

”Kami sangat menyesalkan kejadian itu. Ini karena koordinasi antara dishubkominfo, satpol PP, dan dispendaloka lemah. Malah saling lempar tangung jawab sehingga masyarakat yang dirugikan,” katanya kecewa.

Menurut dia, satpol PP ditugaskan langsung oleh bupati untuk mengelola parkir Pasar Srimangunan. Tujuannya, mengantipasi adanya polemik pengelolaan parkir. ”Kami menyesalkan dinas terkait, terutama satpol PP. Sebab, mereka yang diberi tugas sementara,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hari Siswo membenarkan, korban curanmor sudah melaporkan kejadian tersebut ke mapolres. Pihaknya menegaskan akan menindaklanjuti dan mempelajarinya. ”Ya sudah laporan,” ucapnya singkat. (radar)