Bangkalan|17 Februari 2013 3:19 am

Panen, Kupu-Kupu Putih Muncul

Warga yang Dihinggapi Gatal-Gatal

BURNEH-Musim panen padi di Kampung Usun Lobuk, Desa Tonjung, Kecamatan Burneh, menjadi keresahan tersendiri bagi warga desa sekitar areal panen padi. Pasalnya, bersamaan panen padi, saat itu juga warga desa mengalami gatal-gatal. Diduga, gatalnya warga desa itu disebabkan munculnya kupukupu putih belakangan ini. Pantauan Jawa Pos Radar Madura kemarin (16/2), kupu-kupu kecil yang beterbangan kala malam dan siang itu membuat gatal warga yang dihinggapi kupu-kupu tersebut.

Kupu-kupu kecil yang menghinggapi dinding-dinding rumah warga itu, menyerang warga mulai dari anakanak sampai yang tua. Terutama, yang berdekatan dengan lampu. Berdasarkan informasi dan data yang diterima Jawa Pos Radar Madura, kupu-kupu yang membuat mayoritas warga Kampung Lobuk gatal-gatal itu sudah sekitar satu bulan. Suhriyah, warga asli Naro’an ini mengaku, dirinya dan keluarganya sudah satu bulan ini gatal-gatal karena diserang kupukupu putih.

Menurutnya, kalau malam hari kupu-kupu menumpuk di dinding dan tempat-tempat yang terang. ”Mau menyalakan lampu, TV dan lilin saja kupu-kupu langsung menumpuk. Keluarga di sini tidak bisa tidur, kasihan anak-anak sampai telanjang segala,” papar perempuan paro baya ini. Kepada Jawa Pos Radar Madura, perempuan yang sudah sepuluh tahun tinggal di Kampung Lobuk itu mengaku hanya kali ini yang kena gatal-gatal.

”Tahun lalu serangan ulat, setelah itu serangan tikus, dan sekarang diserang kupu-kupu,” imbuhnya. Senada dengan Suhriyah, Fadholi suami Suhriyah bercerita kalau siang kupu-kupu itu bisa diantisipasi. ”Kalau malam kita tidak menghidupkan lampu, kalau toh menyalakan lampu kami sambil membunuh kupu-kupunya,” timpalnya. Khotijah, warga tak jauh dari rumah Suhriyah mengamini anak-anaknya banyak diserang kupu-kupu yang tak lazim menyerang di musim panen padi tiba. ”Habis menempel di kulit langsung gatal Mas, makanya berusaha menghindarinya dengan mematikan lampu,” paparnya.

Dihubungi melalui telepon seluler, kepala Dispertanak melalui Kasi Perlindungan Tanaman, Qusyairi menjelaskan, kupu-kupu yang menyerang warga itu namanya hama putih palsu. Lebih jauh ia menjelaskan, hama putih palsu cenderung karena cahaya lampu. ”Kupu-kupu putih hampir sama denga ulat bulu dan tomcat, tapi itu tidak terlalu bahaya, sebentar lagi sudah usai. Yang membuat gatal itu, serbuk yang ada di sayapnya,” paparnya. Qusyairi menyarankan, kalau masuk ke rumah lampu dimatikan. Penangkalnya bisa dengan Baygon. ”Sebantar lagi sudah hilang kok,” pungkasnya. (radar)

Baca Juga :

  • Namun Merugikan Petani KOTA-Serangan kupu-kupu putih yang bikin gatal dan mengurangi hasil panen di wilayah Kecamatan Torjun dan Jrengik, perlu penanganan khusus dari instansi terkait. Pasalnya, kupu-kupu yang jumlahnya ribuan tersebut telah membuat warga gatal-gatal da ...

  • KOTA - Hujan deras yang mengguyur Kota Sampang kemarin siang (19/4) tak menyurutkan ratusan warga tumpah ruah ke jalan raya. Maklum, warga asyik melihat tontonan gratis dan menghibur berupa fasition Karnaval SMAN 3 Sampang. Ratusan warga ramai memadati Jalan Raya Trunojo ...

  • KOTA-Beberapa hari terakhir ulat menyerang rumah warga di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang. Akibatnya, mayoritas warga pemilik rumah mengalami gatal-gatal dan terjadi bentolan di sekujur tubuhnya. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, sekitar tiga rumah yakni milik ...

  • Warga Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, yang mengungsi akibat rumahnya ambles, harus bersabar. Sebab, meski sudah mengungsi, mereka ditimpa masalah lain. Yaitu menderita gatal-gatal dan pusing akibat sesuatu yang keluar dari pecahan bumi tersebut. WARGA ...

  • Selesai Gatal-Gatal ROBATAL- Musim kemarau tahun ini membuat sebagian sumur dan air sungai menyusut. Bahkan, sebagian mengering. salah satunya, sungai di Desa Forjunan. Kecamatan Robatal, Sampang, sudah mengering  Air sungai tersebut hanya tersisa sebagian tengahnya, it ...

Komentar

Comments

Tag:,
  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg

Leave a Reply