Nabi Palsu Punya 30 Pengikut

MUI-Kemenag Beri Konseling di Mapolres

KOTA – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pegawai Kantor Kemenag Bangkalan mendatangi mapolres kemarin (25/4). Kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa. Mereka menemui Nur Tajib yang diamankan petugas karena mengaku sebagai nabi.

Bahkan, warga Desa Patereman, Kecamatan Modung, itu juga mengaku memiliki 30 pengikut. Nur Tajib ditangkap polisi Jumat lalu (22/4). Sebelumnya dia mengaku sebagai jelmaan Nabi Isa as. Dia mengaku mendapat perintah dari Tuhan untuk menyebarkan aliran ala Nur Tajib kepada masyarakat.

Perintah itu diperoleh melalui mimpi pada suatu malam medio November 2014. Ajaran yang digunakan, dia tidak menganjurkan salat Jumat. Selain itu, pembacaan surat-surat Alquran dilakukan bersahutan antara imam dan makmum.

Nah, kedatangan ulama dan pegawai Kemenag kemarin untuk memberi konseling dan menyadarkan Nur Tajib. Pertemuan Nur Tajib, satreskrim, Kemenag, dan MUI berlangsung tertutup. ”Dia mengakui dirinya seorang nabi dan menyebarkan ajaran-ajaran yang tidak lumrah kepada orang terdekatnya,” terang Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin.

Wakil Ketua MUI Bangkalan Busyro Damanhuri menegaskan, penyimpangan yang dilakukan Nur Tajib merupakan bentuk penistaan agama. Sebab, Nur Tajib mengaku sebagai nabi dan menyebarkan aliran sesat kepada masyarakat. ”Padahal, tidak ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad. Tapi, tadi sudah dibacakan syahadat. Nur Tajib mau bertobat,” terangnya.

Pihaknya memasrahkan penuh proses hukum kepada kepolisian. Polres bisa bertindak sesuai aturan. Pengakuan sebagai nabi bisa dijadikan dasar hukum. Apalagi, sudah ada 30 pengikut Nur Tajib. ”Dalam pergub juga dilarang mengajarkan pahampaham sesat,” tambahnya.

Dia menuturkan, Nur Tajib bersedia untuk bertobat. Dia juga berjanji tidak akan mengajarkan ajaran sesat kepada masyarakat. Hal itu nantinya dibuktikan dengan sikap dan perilaku yang bersangkutan. Jika memang Nur Tajib dibebaskan, polisi harus terus mengawasi.

”Tobat hitam di atas putihnya nanti di mapolres. Kalau secara ucapan sudah selesai,” terangnya. (radar)