Mobdin Diganti Pelat Hitam Marak

Polisi Janji Tindak Tegas

KOTA – Mobil dinas (mobdin) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan marak diubah menjadi pelat hitam. Bahkan, mobdin digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga. Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), mobdin yang diganti pelat hitam itu bukan hanya golongan eksekutif, namun juga legislatif.

Buktinya, sejumlah mobdin milik anggota dewan sering diganti pelat hitam. Roni, 31, salah seorang warga Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, pernah melihat langsung mobdin yang diubah pelat hitam. Bukan saat masa libur saja, di hari aktif pun marak dijumpai.

”Harusnya pejabat tahu aturan. Bukan malah menggunakan fasilitas pemerintah untuk ngelencer,” sindirnya kemarin (23/4). Menanggapi informasi itu, Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Ady Nugroho menegaskan, pihaknya akan mencari tahu dan memonitoring mobdin berpelat hitam.

”Kami baru tahu kalau ada mobdin diganti pelat hitam. Ke depan, jika masih tetap ada, langsung kami tindak,” tegas dia. Ady menjelaskan, seharusnya, mobdin tersebut digunakan untuk keperluan dinas. Bukan malah digunakan dalam kepentingan pribadi. Sebab, fasilitas yang diberikan pemerintah tersebut harus digunakan melayani masyarakat.

”Ini tidak boleh dibiarkan. Kami berjanji akan menindak pemilik mobdin yang nakal. Karena sudah jelas menyalahi aturan,” tandasnya. Menurut dia, sudah sepatutnya para pejabat menjaga citra dan institusinya agar tidak dipandang negatif oleh masyarakat. Salah satunya, mematuhi aturan. Mobdin jelas tidak diperbolehkan digunakan untuk ngelencer.

”Memang ada pejabat yang  keluar malam hari. Pelat nomornya diganti warna hitam agar terbebas dari beban. Saya pernah tahu itu,” katanya membenarkan. Ady berjanji akan mengerahkan anggotanya untuk mengawasi keberadaan pemilik mobdin nakal tersebut.

Selanjutnya jika ditemukan, pelaku akan ditindak agar jera. Sebab, tidak elok jika hal itu terus-menerus dilakukan sejumlah pejabat. (radar)