Madura United FC Takluk dari Semen di Gelora Bangkalan

Koordinasi Lini Pertahanan Sangat Lemah

BANGKALAN – Jelang bergulirnya kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC), Madura United FC mendapat pengalaman berharga dari sang lawan, Semen Padang. Dalam laga uji coba kontra tim berjuluk Kabau Sirah itu, anak-anak Laskar Sape Kerrab–julukan Madura United FC– harus puas menerima kekalahan telak 0-3 atas tim tamu, Semen  Padang.

Kekalahan itu tak hanya menjadi pelajaran, tapi juga peringatan bagi Madura United FC untuk mempersiapkan  tim lebih matang agar mampu survive dalam ISC nanti. Jalannya pertandingan dalam laga itu sendiri berlangsung seimbang. Bahkan, Madura United FC  mampu menciptakan peluang di menit-menit awal  pertandingan.

Akan tetapi, terlalu fokus menyerang, Madura United FC lengah. Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Madura United FC, Rico Simanjuntak berhasil mencetak gol indah di menit ke-20, 0-1 Semen Padang unggul.

Madura United FC yang tak ingin malu di depan publik sendiri mencoba merespons. Tetapi, berkali-kali serangan yang dibangun Madura United FC selalu gagal. Hingga turun minum, papan skor tak berubah, 1-0 untuk keunggulan Semen Padang.

Pada babak kedua, Madura United FC yang tertinggal mencoba bermain lebih agresif. Winger lincah Rossy Noprihanis pun dimasukkan oleh Gomes de Oliviera. Namun permainan disiplin yang ditunjukkan tim tamu  membuat lini depan Madura United FC frustasi.

Alih-alih menyamakan kedudukan, di penghujung  babak ke dua tepatnya di menit ke-89, Irsyad Maulana berhasil memperbesar keunggulan Semen Padang. Aksi  solorun Irsyad dari sisi pertahanan sebelah kanan Madura  United FC diakhiri dengan tendangan akurat yang gagal dibendung kiper tuan rumah. 0-2 Semen Padang unggul.

Semen Padang yang bermain kolektif akhirnya mampu mengakhiri keunggulan dengan skor 0-3 melalui aksi pemain pengganti, Defri Rizki, di menit 90+3. Usai pertandingan, pelatih Madura United FC Gomes de Oliviera menilai bahwa para pemainnya sudah berjuang di lapangan. Akan tetapi, kelengahan lini belakang timnya harus dibayar mahal dengan 3 gol dari tim lawan.

”Pada menit akhir sudah tidak ada lagi koordinasi di lini pertahanan,” ujar Gomes. Sementara itu, pelatih Semen Padang Nil Maizar menilai bahwa Madura United FC merupakan klub yang bagus. ”Para pemain hari ini bermain bagus. Akan tetapi, kami  tidak mengganggap kami lebih hebat. Masih banyak yang  harus kami evaluasi,” ujar Nil Maizar. (radar)