Lima Tersangka Curanmor Ditangkap

Satu Pelaku dan Empat Penadah

KOTA – Satreskrim Polres Bangkalan berhasil mengungkap kasus tipu gelap dan penadah hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dini hari kemarin (14/2). Tak tanggung-tanggung, tersangka yang berhasil dibekuk  berjumlah lima orang.

Satreskrim-Polres-Bangkalan-Tangkap-Lima-Tersangka-Curanmor.

Penangkapan  tersangka berawal dari  laporan korban ke polisi. Pada 25 Desember 2015 lalu,  korban tipu gelap sepeda motor, Khusnul Khotimah, warga Jalan Jokotole, Kelurahan Kraton, Bangkalan, melapor ke mapolres. Sepeda motor miliknya dibawa kabur Deny Sugiarto, 33, warga Jalan Teuku Umar Gg II, Kelurahan Kemayoran.

Ceritanya, saat itu Deny Sugiarto datang ke rumah Khusnul Khotimah. Deny ingin menagih utang ke suami Khusnul Khotimah, Mat Asror, sebesar Rp 100 ribu. Kebetulan saat itu Mat Asror tidak ada di rumah. Kemudian, Deny meminta Khusnul untuk mengantarkannya ke sebuah tempat yang  tidak disebutkan lokasinya.

Tanpa curiga, Khusnul pun bersedia dibonceng menggunakan  sepeda motor Beat putih  hijau bernopol M 2305 HM. Setiba di Alun-Alun Bangkalan, Deny berhenti dan meminta Khusnul turun dari sepeda motor. Deny beralasan hendak membeli  sesuatu. Setelah turun, Deny  langsung kabur membawa sepeda motor Khusnul Khotimah.

”Dini hari tadi (kemarin, Red) Deny dan para penadah sepeda motor hasil curanmor kami tangkap,” kata Kasatreskrim  Polres Bangkalan AKP Adi Wira  Prakasa kemarin. Wira menerangkan, Deny ditangkap di salah satu warnet di  Bangkalan.

Setelah menangkap Deny, polisi terus melakukan pengembangan kasus untuk membongkar jaringan penadah  curanmor tersebut.  ”Kami mendapat informasi dari masyarakat, sepeda motor  korban dijual ke penadah di Kamal  dan Kwanyar,” ungkapnya.

Mengetahui itu, polisi bergerak  cepat saat itu juga dan berhasil  meringkus para penadah yang  beroperasi di Kamal dan Kwanyar. Yakni Misdi, 57, warga Desa  Kebun, Kecamatan Kamal; Mat   Hali, 47, warga Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar; Sahir, 34, warga  Desa Batah Timur, Kecamatan  Kwanyar; dan Gaguh Isdiantoro, 36, warga Desa Batah Timur,  Kecamatan Kwanyar.

”Mereka kami tangkap di rumahnya masing-masing.  Sepeda motor korban ada di rumah Gaguh,” imbuhnya. Saat melakukan penangkapan,  polisi tidak menemukan sepeda motor hasil curanmor lainnya. Hanya berhasil membawa sepeda  motor milik Khusnul Khotimah  yang dibawa kabur oleh  Deny pada Desember silam.

”Kami sudah lakukan pemeriksaan  awal. Para tersangka mengakui kalau mereka penadah. Deny juga mengaku telah  membawa kabur sepeda motor Khusnul Khotimah,” tegasnya. Diungkapkan, Deny Sugiarto menjual sepeda motor tersebut  kepada Misdi, salah satu penadah  yang beroperasi di Kamal,  dengan harga Rp 4 juta. Kemudian, Misdi bersama makelarnya Mat Hali, menjual kembali sepeda  motor itu kepada Sahir senilai   Rp 3.750.000.

”Lalu, oleh Sahir dijual kembali ke Gaguh seharga  Rp 4 juta,” ujarnya.  Selanjutnya, kata Wira,  pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendalami  jaringan curanmor di Bangkalan. Pihaknya berharap, para tersangka mau mengakui lokasi yang menjadi target aksi curanmor yang beroperasi di wilayah Bangkalan.

”Kami akan terus kembangkan. Ini akan menjadi target kami. Kami akan upayakan untuk terus ungkap pelaku curanmor,”  tandasnya. (radar)