Laporkan Kepala Desa ke Polres

Diduga Lakukan Penipuan dan Gelapkan Mobil

KOTA – Kepala desa (Kades) di Kecamatan Kwanyar berinisial BS dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bangkalan. Pasalnya, BS dituduh terlibat kasus penipuan dan penggelapan mobil.

Laporkan-Kepala-Desa-ke-Polres

Laporan tertanggal 28 November 2015 bernomor LP/263/XI/2015/JATIM/RES BKL dengan pelapor Abdullah Aramsah, 32. Pelapor merupakan warga  Dusun Brungka, Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar. Isinya, oknum Kades itu telah melakukan  penipuan dan penggelapan mobil Suzuki APV M  1385 GC milik pelapor, Abdullah Aramsah.

Abdullah Aramsah menceritakan, peristiwa tersebut sebenarnya sudah lama, yakni bermula  pada 12 April lalu. Saat itu terlapor (BS) belum  menjabat sebagai Kades di Kecamatan Kwanyar.  BS meminjam mobil APV milik korban dengan  perjanjian sewa. ”Perjanjian awal menyewa,”  katanya kemarin (30/11).

Menurut dia, serah terima mobil berwarna putih beserta STNK itu dilakukan di Jalan Raya  Morkepek, Desa Sukolilo, Kecamatan Labang. Saat  itu terlapor memang tidak  menyebutkan batas waktu sewa. ”Lebih dari lima bulan mobil saya tak  kembali,” ungkapnya.

Selanjutnya, pada Oktober lalu, korban mencoba  mendatangi rumah BS untuk meminta mobilnya. Namun, BS mengaku bahwa mobil tersebut sudah digadaikan ke orang lain. ”Kami merasa dirugikan, makanya dilaporkan,” ucapnya.

Abdullah mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 140 juta karena ulah BS. Dia berharap aparat kepolisian
segera menangani kasus tersebut. ”Saya sudah pasrahkan kepada penegak hukum,” terangnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Andy Purnomo melalui Kanit Pidum Ipda Syamsuri mengatakan, laporan tersebut sudah masuk ke lembaganya.

Saat ini masih dalam proses gelar perkara. ”Berkasnya belum turun ke unit,” jelasnya. Syamsuri menambahkan, setelah berkas kasus  tersebut selesai digelar, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan terhadap terlapor, yaitu BS.  Polisi juga akan memanggil sejumlah saksi atas kasus tersebut. ”Saat ini berkasnya masih di pimpinan,”  terangnya. (radar)