Ketua PPP Dipolisikan

Kelanjutan Dugaan Pencemaran Nama Baik

KOTA – Ketua DPC PPP Sumenep Baharudin terancam pidana. Sebab, laporan pencemaran nama baik terhadap  Supandi dilanjutkan. Itu setelah  kasus hukum perdatanya berkekuatan hukum tetap atau inkracht.  Supandi datang ke Mapolres Sumenep  untuk menambah data kemarin (5/4).

Dia juga meminta penyidik melanjutkan kasus yang dilaporkan 2011 lalu. Kasus itu sempat dihentikan karena ada proses hukum perdata yang sedang berjalan. Beberapa waktu lalu kasus perdata itu sudah selesai.  Pelaporan dari sisi pidana karena pencemaran nama baik oleh Bahar dilakukan melalui media radio.

Undang-undang  tentang penyiaran diusulkan untuk menjerat pelaku. Dia berharap polisi bekerja cepat karena seluruh  bukti-bukti sudah terkumpul. ”Kami juga melampirkan data putusan MA yang menolak kasasi Bahar,” katanya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin mengatakan, jika ada kasus perdata, untuk kasus pidana dikesampingkan terlebih  dahulu. Kini pihaknya akan melanjutkan kasus pidana yang menyeret Bahar karena hukum perdata sudah inkracht.

”Akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku,” terangnya.  Dikonfirmasi, Bahar memilih irit bicara. Dia enggan menanggapi  kedatangan Supandi ke mapolres.  ”Biar tanya ke polres saja. Saya tidak mau menanggapi, takut dikatakan  sebagai pencemaran nama baik  lagi,” tandasnya.

Persoalan tersebut berawal 15 Mei 2011 lalu. Baharudin melalui salah satu stasiun radio di Sumenep mengatakan bahwa Sugianto dan Supandi tidak membayar utang. Dia juga diduga mengatakan dua pengusaha itu meminta uang secara paksa tanpa perjanjian terlebih dahulu.

Sugianto dan Supandi dituding menyerang PPP. Kemudian, Bahar dan DPC PPP Sumenep digugat secara perdata di pengadilan negeri dan dilaporkan secara pidana ke polres. Sidang putusan Senin, 21 November 2011 yang dipimpin Iwan Wardhana menerima gugatan penggugat.

Tidak terima, Bahar mengajukan banding. Sayang, upaya itu tidak berhasil. Mantan anggota DPRD Sumenep itu pun mengajukan kasasi. Namun, lagi-lagi upaya itu juga ditolak. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • alfamidi di sumenep
  • cara mengobservasikan lingkungan sekolah smpn 1 arosbaya
  • dpc ppp sumenep