Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Bangkalan Naik Hingga Rp 3 Juta

Dispertanak Klaim Rutin Gelar Pengecekan

TANAH MERAH – Menjelang Idul Adha 1437 Hijriah, harga sapi di Bangkalan melonjak. Di sejumlah pasar, kenaikan  mencapai Rp 3 juta. Diprediksi,  harga itu terus melambung seiring semakin dekatnya hari raya kurban. Pantauan Jawa Pos Radar  Madura, seekor sapi dengan   berat 380 kilogram biasanya  dihargai Rp 12 juta. Namun, saat ini menjadi Rp 15 juta.

Kenaikan harga tidak hanya dialami sapi. Harga kambing juga mahal. Hal itu dikemukakan salah  seorang pedagang sapi, Sabidin, 47, kemarin (4/9). Warga  Desa Batangan, Kecamatan  Tanah Merah, mengatakan, kenaikan harga sudah menjadi  hal biasa setiap menjelang hari  raya kurban.

”Hewan yang mahal tentunya didukung dengan berapa hal. Di antaranya, badannya bagus, tidak cacat, dan dagingnya berserat,” ujarnya. Selain itu, sapi  tersebut harus dalam keadaan  sehat. Tandanya, tidak mengeluarkan lendir dari hidung.

Menurutnya, saat ini pembeli hewan kurban semakin banyak. Agar masyarakat tidak salah pilih, dia meminta pemerintah turun untuk melakukan pengecekan. ”Tidak ada salahnya jika petugas memastikannya ke pasar,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan  Peternakan (Dispertanak) Bangkalan A. Fanani mengatakan, pengecekan sudah dilakukan. Sedikitnya, ada 12  dokter hewan yang diinstruksikan mengecek ke pasar-pasar di kecamatan.  Selain pasar resmi, pihaknya akan turun ke pasar-pasar dadakan yang menjual hewan.

”Kalau ke pasar tidak harus Lebaran. Setiap minggu pasti ada petugas yang stand by di sana. Pasar dadakan juga kami pantau,” ujarnya.  Ke depan pemeriksaan itu  akan semakin diintensifkan. ”Menjelang Lebaran kurban, kami lebih gencar lagi,” katanya.

Mantan kepala BKP3 itu juga telah menginformasikan  kepada pedagang hewan agar tidak menjual sapi yang tidak sesuai kriteria hewan kurban. Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak menjual sapi betina produktif. Tujuannya, melestarikan demi  keberlangsungan sapi yang ada  di Madura.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Asis   mengatakan, instansi terkait diminta tidak hanya datang ke pasar. Tapi, juga berkoordinasi dengan kecamatan dan tokoh masyarakat. ”Tujuannya, memastikan hewan ternak tidak terjangkit  penyakit,” sarannya.

Politikus  Partai Demokrat itu meminta pemeriksaan secara rutin tidak hanya dilakukan pada momen  hari raya kurban. (radar)