Gagal Ringkus Pejudi Remi

Hanya Amankan Barang Bukti

SAMPANG – Diduga kuat bocor, jajaran  polsek gagal meringkus empat pejudi kartu remi kemarin (19/12). Dalam penggerebekan arena judi remi di Desa Timuran, Kecamatan Omben, itu polisi  hanya berhasil mengamankan barang bukti (BB) saja.

Kapolsek-Omben-Iptu-Daky-Dzul-Qornain-hanya-bisa-menunjukkan-barang-bukti-kepada-wartawan-di-Mapolsek-Omben-kemarin.

BB yang disita dari lokasi  judi remi berupa beberapa set kartu remi, gayung,  sandal jepit, papan yang dibuat alas judi, dan dua unit kendaraan roda dua. Sedangkan, empat pejudi berhasil kabur sebelum petugas tiba.

Kapolsek Omben Iptu Daky Dzul Qornain menjelaskan, penggerebekan arena judi remi itu atas  laporan dari masyarakat setempat. Sayangnya, polisi gagal meringkus   para pejudi. Daky mengaku, sudah berupaya mengejar keempat pejudi yang kabur. Namun, mereka berhasil lari dan menghilang dari kejaran aparat polsek.

”Bahkan, anggota sempat memberi satu kali tembakan peringatan. Tetapi, mereka tetap lari tanpa mempedulikan bunyi tembakan,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Madura kemarin. Daky mengaku, anggotanya kesulitan mengejar keempat  pejudi tersebut.

Hal itu lantaran,   mereka berpencar saat lari dan medan yang dilewati  sangat sulit.  Karena tidak berhasil meringkus pejudi, anggota polsek akhirnya balik kanan menuju tempat kejadian perkara (TKP).  Nah, ketika hendak pulang, aparat melihat empat warga yang mencurigakan.

Atas gerak-gerik yang mencurigakan itulah aparat polsek mengamankan empat orang tersebut. Mereka dibawa ke mapolsek untuk dimintai keterangan. ”Keempat orang itu kami bawa ke kantor untuk diinterogasi  awal.

Inisialnya, A, M, MU,  dan MA. Semuanya merupakan  warga Desa Timuran,” tambah  perwira asal Sumenep.  Setelah beberapa menit diperiksa, Daky mengaku, keempat orang tersebut tidak memenuhi  unsur untuk ditetapkan sebagai  tersangka. Sebab, tidak cukup  BB untuk menjerat empat warga tersebut.

”Akhirnya, kami lepas keempat warga tersebut,”  terangnya.  Berdasarkan hasil pemeriksaan  awal, empat warga yang diamankan bukan pejudi, melainkan penjaga mebel di desa tersebut. ”Setelah interogasi selesai, saya memimpin anggota gelar internal. Kesimpulannya,  barang bukti  yang kami amankan sesuai  pasal 303, kata kunci harus   ada uang,” tandasnya.

Nur Hasan, warga Desa Timuran membenarkan bahwa ada  penggerebekan warga yang  bermain judi oleh aparat Polsek Omben. Pihaknya juga  mendukung jika aparat kepolisian  memberantas judi.  Sebab, judi merupakan penyakit masyarakat dan sangat meresahkan.

”Kalau buktinya kurang, wajib dilepas,” katanya. Apabila perjudian itu benar  adanya, maka menjadi wewenang  Kapolres dan jajarannya  untuk menindaklanjuti. (radar)