Dua Penjambret Nyaris Dibakar Massa

Kapolsek: Pelaku Sebenarnya Tiga Orang

AROSBAYA – Nasib sial dialami Husen dan Muiz, warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh kemarin (3/3). Sekitar pukul 15.30, mereka menjadi bulan-bulanan massa di Jalan Raya Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya. Beruntung keduanya masih bisa diamankan aparat.

Dua-Penjambret-Nyaris-Dibakar-Massa

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura dari sejumlah saksi mata, dua pelaku tersebut membuntuti seorang pengendara perempuan yang melintas di Jalan Raya Arosbaya ke arah selatan. Setiba di lampu merah pertigaan  Arosbaya, tepatnya di depan  Koramil Arosbaya, pelaku  tiba-tiba menarik paksa kalung yang dipakai korban.

Dua tersangka itu pun lantas  melarikan diri ke arah Bangkalan.  Mengetahui kalungnya dicuri, korban pun mengejar pelaku. Sesampainya di Jalan Raya Desa Lajing, pelaku dan korban terjatuh karena saling serempet.  Korban jatuh ke pinggir jalan.  Sementara pelaku jatuh ke badanjalan dan ditabrak mobil L300 yang memuat rumput pakan ternak.

Warga pun langsung menghajar pelaku setelah mengetahui menjambret kalung korban. Pelaku nyaris dibakar oleh massa. Beruntung, sebelum dibakar, aparat kepolisian tiba di lokasi. Pelaku  pun dibawa ke RSUD Syamrabu untuk perawatan.

”Sampai di Desa Lajing, terjadi kecelakaan antara pelaku dan korban. Kedua pelaku pun dimassa hingga babak belur,” kata Maududi, 24, warga Kecamatan Arosbaya di lokasi jadian. Sementara itu, Lilik Irawati,24, warga Desa/Kecamatan Sepulu  mengungkapkan, mengenali  wajah pelaku saat melihat foto yang bertebaran di media  sosial.

Dia mengaku pernah  menjadi korban penjambretan yang dilakukan warga asal Jaddih tersebut. ”Saya pernah dijambret mereka di Desa Gebang, Kecamatan Bangkalan, pada 4 Desember 2015. Dia  mengambil tas saya yang berisi dua handphone dan uang senilai Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek  Arosbaya AKP Kris Handono menyampaikan, peristiwa tersebut berawal dari aksi penjambretan. Korban perempuan dan dua tersangka  sama-sama menggunakan  sepeda motor. Setelah kalung   korban dijambret, terjadilah aksi kejar-mengejar antara pelaku dan korban.

Kondisi pelaku saat ini mengalami  patah tulang dan masih dalam perawatan medis. Pihaknya   belum bisa menjelaskan banyak hal terkait kasus tersebut lantaran pelaku belum bisa di-mintai keterangan. Sayangnya, Kris belum menyebutkan dengan jelas identitas pelaku.

”Pelaku sebenarnya ada tiga orang, tapi yang tertangkap dua orang. Emas korban sudah kami amankan. Sudah ya, masih kami proses,” pungkasnya.  (radar)