DPRD Jatim Setuju Pembebasan Tarif Suramadu

SURABAYA – Usulan pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu gubernur Jatim terus mendapat dukungan. Kali ini, dukungan datang dari Komisi  D DPRD Jatim yang menyetujui  langkah gubernur. Dewan  menilai, usulan tersebut bisa  mendongkrak perekonomian  masyarakat Madura.

Sejumlah-kendaraan-roda-empat-memasuki-jembatan-tol-Suramadu-dua-hari-lalu.

Anggota Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim menegaskan, pihaknya mendukung usulan  gubernur. Bahkan, usulan pembebasan tarif tol itu sudah disampaikan kepada Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (Bapel BPWS).

”Ke Komisi V DPR RI juga sudah diusulkan saat berkunjung ke Madura,” ujar Halim  kemarin (21/1).  Ketua Fraksi Gerindra itu menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu keseriusan dari Bapel BPWS. Sementara Komisi V DPR RI menyetujui usulan DPRD Jatim tersebut.

Pada intinya, lanjut Halim,  pembebasan tarif tol Jembatan  Suramadu itu demi mendorong perekonomian masyarakat  Madura agar lebih meningkat. Mengingat, sejak berdirinya  Suramadu sampai saat ini, belum membawa perubahan bagi  perekonomian di Pulau Garam.

Menurut Halim, usulan tersebut dinilai sebagai langkah untuk menekan biaya distribusi barang. Khususnya, produk asal Madura yang akan dikirim ke daerah lain. Sebab, selama ini produk unggulan Madura selalu kalah bersaing dikarenakan biaya produksi dan biaya transportasi tinggi.

”Jika tarif tol dihapus, otomatis akan mengurangi ongkos produksi, sehingga di pasaran lebih murah,” ujarnya. Sementara itu, Humas Bapel  BPWS Faisal Yasir Arifin mengatakan, usulan itu bukan disampaikan Komisi D, melainkan  langsung dari gubernur Jawa Timur.

”Yang mengusulkan bukan Komisi D. Tapi, gubernur  Jatim. Saya sangat mendukung,” ucapnya. (radar)