Dinas ESDM Buta Potensi Migas Madura

Ngaku Tak Punya Data KKKS

SURABAYA – Dua instansi pemerintah  mengaku sama-sama buta tentang jumlah perusahaan minyak  dan gas bumi (migas) yang beraktivitas di Madura. Padahal instansi ini  memiliki peran vital dalam program pembangunan Madura, terutama  dari pemanfaatan sumber daya alam  (SDA).

Dinas-ESDM-Buta-Potensi-Migas-Madura

Instansi tersebut yaitu Biro Administrasi SDA Sekretariat Daerah  (Setda) Provinsi Jawa Timur (Jatim)  dan Dinas Energi dan Sumber Daya  Mineral (ESDM) Jatim.  Kepala Bagian ESDM dan Lingkungan  Biro Administrasi SDA Setda Jatim Ahmad Handoko Hamdani menyatakan,  pihaknya tidak tahu berapa jumlah perusahaan migas di Madura.

”Kami tidak punya datanya,” kata dia.  Selama ini pihaknya tidak pernah konsolidasi dengan sejumlah perusahaan  migas yang ingin mengembangkan  bisnis di Jatim, termasuk Madura.  ”Saya belum banyak besinggungan  dengan prusahaan migas. Diundang  juga tidak pernah,” ucapnya.

Pihaknya akan melakukan konsolidasi  internal. Hal itu untuk menyamakan  kegiatan-kegiatan dengan Dinas ESDM Jatim. ”Agar tidak saling bertabrakan,” ujarnya. Pria yang pernah bertugas di Dinas Kehutanan Jatim itu mengaku, akan berkoordinasi dinas ESDM.

”Bulan-bulan ini harus ke dinas  ESDM. Tapi, saya yakin ESDM punya   data,” tandasnya.  Sementara itu, Juru Bicara Sub  Bagian Penyusunan Program (Sunram) Dinas ESDM Jatim Budi Prasetyo  mengatakan, selama ini data perusahaan  migas yang beraktivitas di Madura belum ada.

Produksi migas juga belum terdata.  ”ESDM provinsi fungsinya hanya koordinasi. Yaitu mengoordinasikan ke kabupaten setempat. Kami juga  tidak pernah mengadakan acara khusus migas. Kewenangan migas  itu ada di Jakarta,” jelasnya.

Kewenangan itu berupa pengelolaan,  perizinan, pengawasan,  studi kelayakan, dan inventarisasi  data. Jika direktorat jenderal (ditjen) migas ingin koordinasi,  minta bantuan ESDM Jatim untuk  dikoordinasikan ke kabupaten  penghasil migas. ”Itu pun kalau  ada pemberitahuan,” terangnya.

Pihaknya mengaku hanya diundang untuk menghadiri sosialisasi pembangunan yang diselenggarakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas. ”Itu dilakukan sendiri (perusahaan  migas, Red). Kami diundang saat peresmian yang sifatnya seremonial,” tukas dia. (radar)