Cuaca Buruk, 157 Sapi Terserang Penyakit

Tersebar di Tiga Kecamatan

KOTA – Sejumlah pemilik sapi di Kecamatan Klampis, Blega, dan Kwanyar waswas. Pasalnya, 157 sapi terserang  penyakit bovine ephemeral fever (demam  tiga hari). Analisis tim kesehatan dinas  pertanian dan peternakan (dispertanak)  mengatakan, penyakit hewan ternak tersebut karena faktor cuaca buruk.

Dokter-hewan-Dispertanak-Bangkalan-menyuntik-sapi-sakit-di-Desa-Kapor,-Kecamatan-Burneh,-beberapa-waktu-lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispertanak Bangkalan A. Mad Asisun Hamid kemarin (12/2). Karena itu, pihaknya meminta pemilik ternak untuk selalu mengawasi kondisi peliharaannya.

”Dengan adanya sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSikhnas), masyarakat bisa melaporkan melalui pesan SMS. Laporan secara otomatis  bisa diketahui dispertanak kabupaten, provinsi, dan pusat,” katanya.  Disebutkan, 157 sapi terserang penyakit   demam tiga hari tersebar di  tiga kecamatan.

Yakni, di Kecamatan  Klampis 78 ekor sapi, Kecamatan Blega  50 ekor, dan Kecamatan Kwanyar sebanyak 29 ekor sapi. ”Itu terjadi akibat  cuaca buruk,” ujarnya. Asisun mengimbau agar masyarakat memberikan pakan dan minum hewan  ternak yang cukup. Hewan ternak juga  tidak boleh terus-terusan digunakan untuk membajak sawah.

”Itu juga menyebabkan hewan demam tiga   hari. Kami bersama tim selalu siap melayani masyarakat kapan saja jika ada permintaan,” janjinya.  Sementara itu, Hoddin, 54, pemilik  sapi asal Desa/Kecamatan Burneh, mengaku bersyukur hewan ternak  tidak terserang penyakit demam tiga  hari. Meski demikian, dirinya waswas.

”Pemerintah harus melakukan  pencegahan. Semoga saja para peternak mendapatkan bimbingan dari  dispertanak,” harapnya. (radar)