Begal Marak, Mahasiswa Ngadu ke Kapolres

KOTA – Sejumlah mahasiswa melurug Polres Bangkalan kemarin (30/8). Mahasiswa mengadukan tentang maraknya aksi begal dan kasus narkoba. Mereka meminta polisi lebih meningkatkan upaya menjaga keamanan masyarakat.

Ketua BEM STKIP Bangkalan Hobir menyampaikan, pengamanan terhadap masyarakat dan mahasiswa perlu ditingkatkan. Sebab, beberapa pekan terakhir ini  terjadi aksi begal. Salah seorang korbannya adalah mahasiswa STKIP Bangkalan.

Polisi diminta berjaga di pos pengamanan yang sudah disediakan. Selama ini, pos pengamanan seperti di Kecamatan Kamal jarang dijaga polisi. ”Pos pengamanan hendaknya dijaga untuk mencegah aksi kriminalitas,” katanya. Mengenai kasus narkoba, mahasiswa  mempertanyakan mengapa polres hanya menangkap pengedar dan pemakai kelas teri. Sementara bandar barang haram tersebut belum tersentuh petugas.

”Tolong bandar narkoba juga ditangkap,” pinta Hobir. Menanggapi itu, Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha menjelaskan,  penyelidikan ataupun penyidikan harus  dengan fakta hukum. Polres ingin bandar narkoba ditangkap. Tapi untuk membekuk  bandar, butuh alat bukti yang kuat. Sebab, pengungkapan kasus jangan sampai melanggar hukum. Polisi mesti menaati  prosedur hukum.

”Kalau tunjuk hidung gampang saja. Tapi apakah bisa dibuktikan kalau si A adalah bandar yang selama ini bikin kegaduhan. Jadi harus ada buktinya,” kata Anis. Polres tidak akan menutup mata. Jika ada saksi yang dapat menggambarkan sebuah fakta, polres akan langsung bergerak.

Polisi juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mengungkap siapa oknum yang selama ini terlibat peredaran narkoba. Mengenai penjagaan pos keamanan, Anis berjanji akan melakukan evaluasi. Pihaknya berkomitmen akan menjaga zona rawan begal  agar bisa lebih aman.

Sebenarnya, pengamanan sudah dilakukan, tapi kurang optimal. Anis mengimbau agar masyarakat menjaga keamanan diri sendiri dengan cara terbaik. Dia juga menyarankan, jika hendak  bepergian melintasi daerah rawan begal, usahakan tidak sendirian. (radar)