Anjal dan Pengemis Terjaring Razia

KOTA – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bangkalan merazia anak jalanan (anjal) dan pengemis Kamis (7/4). Operasi gabungan itu berhasil menjaring delapan anjal dan dua pengemis. Rata-rata, anjal dan pengemis itu beroperasi di wilayah perkotaan Bangkalan.

Razia gabungan melibatkan anggota polres, TNI, satpol PP, dan dishubkominfo. Razia dilakukan di beberapa titik. Di antaranya, di perempatan Tangkel, Alun-Alun  Kota Bangkalan, dan perempatan  Junok. Penertiban tersebut dimulai sejak pukul 15.00 hingga 19.00.

Kepala Dinsosnakertrans Bangkalan Julianto menuturkan, delapan anjal merupakan warga Bangkalan. Sedangkan dua pengemis berasal  dari Kabupaten Sumenep. Lima anjal sudah dijemput keluarganya. Sementara  tiga anjal dan dua pengemis akan dikirim ke balai pelayanan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Sidoarjo.

”Ke depan kami akan membebaskan Bangkalan dari anjal, pengemis,  dan hal-hal lainnya,” janji Julianto kemarin (8/4).  Mantan kepala BLH itu menambahkan, lima anjal masih berstatus pelajar. Sedangkan sisanya bekerja serabutan dan memang biasa mengemis. Diterangkan, razia anjal dan pengemis memang sudah sering dilakukan.

Akan tetapi, para anjal dan pengemis tidak ada kapoknya. Mereka kembali beroperasi. Terpisah, Kepala Satpol PP Bangkalan Ram Halili berjanji akan terus melakukan penertiban. Terutama di kawasan yang sering ditempati para  anjal dan pengamen.

Menurutnya, para anjal terkadang tidak hanya mengamen, jika tidak dikasi biasanya mencoret kendaraan pengendara. ”Ironisnya, ada pengamen yang  berpura-pura gila. Malah ada yang  memeras payudara pengendara  perempuan,” ucapnya. (radar)