9 Kiai Jadi Jaminan Imam Buchori

Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

KOTA – Kasus dugaan pencemaran nama baik dengan tersangka Imam Buchori terus bergulir. Meski masuk tahap II, Kejari Bangkalan tidak menahan politikus Partai Nasdem tersebut. Pertimbangannya, sembilan  kiai telah menjamin tersangka tetap  menghormati proses hukum.

Bebry-(Kasi-Pidum-Kejari-Bangkalan)

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Bangkalan Bebry mengatakan, tersangka dalam kasus itu tidak harus ditahan. Apalagi, sudah ada jaminan tersangka tidak akan mempersulit ataupun menghambat proses hukum. Jaminan tersebut juga ditandatangani  istri tersangka.

”Imam Buchori hanya diharuskan wajib lapor ke kejari setiap pekan sekali,” kata Bebry didampingi Kasi Intel Wahyudiono kemarin (18/12). Tersangka bisa dikatakan patuh dan menaati proses hukum jika menjalanan wajib lapor tersebut.

”Wajib lapor itu tidak boleh diwakilkan. Harus Imam Buchori sendiri yang datang,” jelasnya.  Saat ini tim kejari mempelajari berkas-berkas yang ada untuk dibuat dakwaan kepada Imam Buchori. Bebry menilai, proses tersebut masih panjang dan butuh waktu.

”Kami perlu hati-hati mempelajari berkas kasus ini, agar tidak terjadi kesalahan. Yang jelas, kasus  ini tetap lanjut,” janjinya. Sayangnya, Bebry terkesan tertutup soal pelapor kasus dugaan pencemaran nama baik itu. Dia enggan menyebutkan identitas pelapor dan siapa saja saksi dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Imam Buchori membenarkan bahwa jaminan tersebut datang dari sembilan kiai di Bangkalan dan juga istrinya. ”Jaminan paling utama dari istri saya dan para kiai di Bangkalan. Intinya, saya tetap akan  mematuhi proses hukum,” tegasnya.

Imam Buchori berjanji tidak akan mempersulit atau menghambat proses hukum. Dari awal, dia menghormati  proses hukum yang ada. Dia  meminta masyarakat tetap tenang  dengan pemanggilan dirinya di kejari beberapa waktu lalu.

”Saya tegaskan akan menghormati proses hukum ini. Saya berharap,  masyarakat tidak mudah terpancing oleh pihak mana pun yang mencoba membuat panas  situasi ini,” harapnya. Imam Buchori menyebutkan, para kiai di Bangkalan itu, antara lain, Ketua DPD Partai Nasdem H M. Nasih Aschal, Wakil Bupati Bangkalan  Mondir A Rofii, dan mantan Wakil  Bupati Bangkalan Syafik Rofii.

Selain  itu, RKH Fachrillah Aschal, pengasuh  PP Syaichona Moh. Cholil; KH Zubair   Muntashor, pengasuh Ponpes Nurul  Cholil; Ketua GP Ansor KH  asani Zubair; dan KH Ahmad Farauk; KH  Ahmad Ali Ridho; serta Bir Ali, anggota  DPRD Bangkalan. (radar)