8 Orang Idap AIDS di Bangkalan

Satu Nyawa Melayang

KOTA – Masyarakat Kota Salak masih ada yang mengidap human immunodeficiency virus\acquired immunodefciency syndrome (HIV/AIDS). Tahun ini  delapan orang terjangkit penyakit yang tidak bisa disembuhkan  tersebut. Bahkan, satu orang meninggal dunia.

Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Mariamah membenarkan, ada peningkatan pengidap HIV/AIDS dari 2015. Saat itu, jumlah penderitanya tujuh orang. Data semester pertama 2016 sudah delapan orang. Dia mengklaim, ada penurunan dibandingkan 2013 dan  2014.

”Tahun ini masih menggunakan data semester awal,” terangnya kemarin (25/9).  Mariamah mengklaim,  pihaknya sudah melakukan segala upaya untuk menekan penularan HIV yang mematikan itu. Seperti, gencar melakukan penyuluhan dan pemahaman  kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.

Namun, selama  itu pula masih ada warga yang mengidap AIDS. Dia menerangkan, penularan HIV/AIDS lantaran sering  melakukan seks bebas. Biasanya dengan gonti-ganti pasangan. Selain itu, melalui transfusi darah dan memakai jarum suntik   secara bergiliran.

”Kebanyakan, penderita HIV/AIDS terlibat pergaulan bebas,” ucapnya. Mariamah menambahkan,  sejuah ini tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Namun, disediakan obat  antiretroviral (ARV) untuk menekan peredaran virus di dalam  tubuh pasien.

”Obatnya sudah tersedia di  rumah sakit dan puskesmas  se-Bangkalan. Semua obat HIV gratis,” jelasnya. Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Moh. Holifi mengaku miris mengetahui data kasus tersebut. Sebab, kabupaten ujung barat Madura ini  terkenal agamais. Namun,  setiap tahun ada peningkatan  penyakit AIDS.

”Kami khawatir lebih dari delapan orang hingga akhir tahun,” ucapnya. Dia mendesak dinkes lebih proaktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. Melalui penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS. Dengan cara itu penderita mengalami penurunan.

”Dinas  terkait jangan hanya menunggu bola, harus jemput bola, sehingga Bangkalan bisa bebas HIV,” pungkasnya. (radar)